Menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) jadi impian sebagian orang. Hingga tidak sedikit yang rela 'nyogok' untuk bisa masuk PNS. Bahkan banyak yang akhirnya tertipu karena sudah setor uang ternyata
tidak jadi diangkat sebagai PNS.
Seperti yang dialami Siti Muzarongah (42) warga Dusun Baok RT 01 RW IV, Desa Ujung-ujung, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Korban harus kehilangan uang Rp 73 juta yang disetorkan kepada anggota Polres Semarang, Aipda TJ, sebagai uang pelicin agar bisa masuk PNS. Ternyata korban tidak jadi diangkat sebagai PNS. Sehingga korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
"Awalnya tahun 2012 lalu, saya diberi info teman seorang PNS di lingkungan Dinas pendidikan, YM yang kenal dengan anggota polisi TJ. Katanya TJ punya hubungan untuk meloloskan jadi PNS. Asal pakai uang pelicin," tutur korban usai melapor di Mapolsek Suruh kepada wartawan, Minggu (8/11).
Korban awalnya ragu ragu setelah dijelaskan oleh temannya YM yang kenal dengan polisi tersebut, akhirnya korban merasa yakin. Selanjutnya korban dikenalkan dengan Aipda TJ.
"Saya diminta melengkapi persyaratan yang diminta polisi itu. Termasuk diminta menyiapkan uang yang saya serahkan kepada TJ di hadapan YM di rumahnya di Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh," kata korban.
Guru honorer sebuah sekolah di Kabupaten Semarang itu juga dimintai uang Rp 250 ribu oleh YM untuk biaya operasional mengantar surat-surat persyaratan calon PNS.
Penyerahan pertama dilakukan sebesar Rp 25 juta, pada 19 Januari 2012, dan kedua sebesar Rp 48 juta pada 11 Februari 2012. Namun, hingga saat ini korban tidak juga diangkat sebagai PNS.
Korban berusaha mempertanyakan pengangkatannya, namun tidak ada kepastian hingga saat ini. Akhirnya korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Suruh dengan nomor laporan Pol : STPL/16/X/2015.
"Sudah saya minta kembali uangnya tapi tidak ada kejelasan sehingga saya melaporkan ke Polisi," kata korban.
Sementara itu Aipda TJ saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak menggunakan uang tersebut. Melainkan diserahkan pada temannya yang mengaku bisa meloloskan jadi PNS. Bahkan dia juga merasa telah menjadi korban karena terseret dari masalah ini.
"Saya sudah berusaha menagih pada kenalan saya itu. Bahkan korban juga sudah saya ajak menemui langsung tapi tidak ada hasil. Kalau seperti ini tentu saya sama saja jadi korbannya," kata TJ.
Sementara itu, jaringan calo PNS lainnya, YM yang bekerja sebagai kepala sekolah saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan secara rinci tentang keterlibatannya karena masih sibuk rapat dinas.
0 comments:
Post a Comment