Sunday, November 8, 2015

#2:Bandung Gelar Film Indonesia Bertaraf Internasional

berita ekonomi - #2:Bandung Gelar Film Indonesia Bertaraf Internasional


Sejumlah film Indonesia peserta berbagai festival film internasional tengah diputar di Pusat Kebudayaan Prancis di Indonesia (IFI) Bandung, sejak Sabtu siang hingga malam, 7 November 2015. Acara bertajuk
"Indonesian Film Goes to International Film Festival" itu menayangkan film-film yang tidak biasa di berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

Film itu di antaranya berjudul Siti, produksi 2014, peserta Singapore International Film Festival. Film berdurasi 88 menit garapan Eddie Cahyono tersebut berkisah tentang seorang perempuan berusia 24 tahun bernama Siti.

Ibu rumah tangga itu menjadi roda penggerak ekonomi keluarga setelah suaminya sakit setengah lumpuh akibat kecelakaan saat melaut. Siti akhirnya bercerai dan pergi sambil menahan sakit perut akibat keracunan minuman oplosan.

Kemudian ada film Following Diana, produksi 2015, peserta Toronto International Film Festival. Sinema berdurasi 39 menit besutan Kamila Andini tersebut mengisahkan seorang ibu rumah tangga bernama Diana, 30 tahun.

Berdua dengan anaknya, mereka menghabiskan hari sambil menunggu suaminya pulang kerja. Hingga suatu malam, suaminya menyampaikan ingin membagi kehidupan keluarga mereka dengan wanita lain.

Love Story Not (Kisah Cinta yang Asu), produksi 2015, peserta Busan International Film Festival, bercerita tentang ketangguhan perempuan kalangan pekerja seks. Sutradara Yosep Anggi Noen menjalin kisah cinta segitiga antara sepasang pelacur dan seorang pemuda yang memanfaatkan mereka untuk kebutuhan ekonominya sendiri.

Selain itu, ikut diputar film Rocket Rain serta The Fox Exploits The Tigers Might,

 yang diputar pada Cannes Film Festival.

Koordinator Bandung Film Council Sofyana Ali Bindiar mengatakan panitia ingin mengajak penonton di Bandung menyaksikan film-film lokal yang tak biasa dan mendunia. "Ini menjadi bukti sineas dalam negeri sudah mampu melahirkan karya-karya berkualitas yang telah mendunia dan berprestasi di festival film mancanegara," katanya.

Lewat pemutaran film itu, mereka berharap sinema lokal bisa lebih dihargai penonton dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selain itu, ujar Ali, acara pemutaran film internasional tersebut ingin memancing kreativitas anak-anak muda untuk membuat film berkualitas.

0 comments:

Post a Comment