Thursday, March 3, 2016

#1:berita Galau Jokowi Melihat Menteri Bersilat Lidah

cheap reseller hosting - #1:berita Galau Jokowi Melihat Menteri Bersilat Lidah
Liputan6.com, Jakarta -  Presiden Joko Widodo atau Jokowi sedang galau. Orang-orang pilihan yang dia kumpulkan dalam Kabinet Kerja ternyata tak bisa menyenangkan hatinya. Padahal, sebagai menteri mereka sudah dipilih melewati seleksi yang ketat.


Alih-alih melaksanakan perintah Presiden selaku atasan, sejumlah menteri Kabinet Kerja ternyata lebih suka berebut pamor dengan saling serang sesama menteri. Tak jarang pembantu Presiden itu saling serang di media sosial dan disaksikan oleh publik.

Jokowi pun tak bisa menyembunyikan kegalauannya akan ulah para menteri tersebut. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi, hal ini sangat disayangkan oleh Jokowi karena tidak sepatutnya perbedaan disampaikan secara terbuka.

"Presiden cukup prihatin terhadap beberapa peristiwa belakangan ini di mana seolah-olah antarmenteri itu sudah saling menyerang di ranah publik. Baik melalui media sosial maupun secara terbuka, itu di-sharing pada publik. T‎entunya Presiden tidak happy situasi yang seperti itu," ujar Johan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Jokowi, menurut Johan, tidak pernah melarang silang pendapat dalam memandang suatu program di pemerintahan. Namun, perbedaan tersebut semestinya disampaikan di dalam ruang rapat di sidang kabinet.

Suasana Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2015). Sidang membahas APBN 2016, Persiapan Pilkada Serentak, dan Paket Kebijakan Ekonomi VI. (Liputam6.com/Faizal Fanani)

"Presiden menegaskan, tolong ini dihentikan. Perdebatan itu hanya ada di ruang rapat terbatas atau hanya di rapat kabinet. Ini sudah pernah disampaikan oleh Presiden dengan bahasa jangan gaduh di luar," ucap dia.

Segera Panggil Menteri

Jokowi juga meminta agar silang pendapat yang berujung pada perang argumen antar beberapa menteri dihentikan. Perang argumen yang terjadi justru membuat citra pemerintah di masyarakat menjadi buruk.

"Presiden marah dengan situasi yang terjadi belakangan ini, yang terlihat semakin meruncing bahkan masuk pada perseteruan antarmenteri yang bersifat menyerang pribadi. Jadi kembali ditegaskan oleh Presiden, cukup, hentikan itu kepada siapa pun pembantunya," tegas Johan.

Karena itu, Jokowi akan segera memanggil sejumlah menteri yang selama ini dinilai telah mempertontonkan silang pendapat di ranah publik.

"Tidak‎ hanya 2 menteri, tapi ada beberapa menteri yang juga bersilang pendapat secara terbuka. Ini tidak etis bahasanya, tidak elok lah," ujar Johan.

Selain itu, silang pendapat yang terjadi juga akan menjadi bahan evaluasi Jokowi untuk menilai kinerja menteri-menterinya.

Menpan-RB Yuddy Chrisnadi berbincang dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry M. Baldan sebelum rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2015). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

"Evaluasi tidak hanya pada satu titik dan waktu tertentu, tapi sepanjang kegiatan atau kinerja menteri itu. Evaluasi dalam bentuk apa, saya kira Presiden yang tahu," ucap Johan.

Johan yakin, Jokowi mempunyai metode penyelesaian persoalan terkait perseteruan para menterinya. ‎"Paling tidak tadi disampaikan akan dimintai penjelasan masing-masing," pungkas Johan. ‎

0 comments:

Post a Comment